COVER

COVER

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw


CAHAYAMANADO.COM, SULUT - Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw mengingatkan Humas pemerintah daerah untuk menyampaikan pemberitaan terhadap kepala daerah secara realistis dan proporsional. Hal itu disampaikan Wagub saat membuka workshop kehumasan Provinsi Sulut, di ruang CJ Rantung kantor gubernur, Rabu (27/4/2016)

Dalam acara yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut ini.
Wagub menegaskan 2 landasan penting yang perlu diperhatikan aparat kehumasan. Landasan pertama yakni harus idealis dan kedua harus pragmatis. Idealis dimaksudkan agar humas dapat menjembatani informasi pemerintahan secara keseluruhan kepada publik melalui rekan kerja yakni jurnalis. Sementara pragmatis haruslah diikuti dengan realistis, penyampaian informasi haruslah sesuai realita.

“Humas jangan terlalu fokus pada pencitraan kepala daerah, sebab dalam ilmu komunikasi pencitraan berlebihan kepada kepala daerah adalah hal yang buruk. Sebab berita/informasi yang memuat terlalu banyak pencitraan kepala daerah pada suatu titik akan menimbulkan kemuakan publik terhadap informasi tersebut,” ingat Wagub dalam kegiatan yang diikuti pejabat Kehumasan di SKPD pemprov Sulut, humas Pemkab/Pemkot se Sulut.

Dalam kesempatan ini, Wagub juga menyentil soal pemberian advetorial kepada perusahaan pers. Menurutnya, kue APBD untuk iklan/advetorial sangatlah terbatas. Karenanya Humas haruslah bijaksana dalam membaginya. Harus proporsional, dilihat dari rating, oplah dan lain sebagainya. Di sisi lain, Wagub juga menyindir wartawan untuk terus profesional.

“Pers juga harus tahu diri, jangan oplah hanya 200 eksemplar tetapi minta harga yang sama dengan yang beroplah ribuan. Demikian halnya dengan media online dan radio,” imbuhnya.

(***)


Joshua Pangkerego


CAHAYAMANADO.COM, MANADO - Pemerintah Kota Manado menggelar Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Manado bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (28/4/2016)

Penjabat Walikota Manado dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs. Joshua Pangkerego, MAP, Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Manado menyampaikan bahwa tantangan kerja dan kebutuhan masyarakat selalu berubah dan berambah seiring waktu.

“Kita hidup dalam dunia yang berputar semakin cepat dengan akses teknologi dan informasi yang semakin mudah dan luas,” ujar Pangkerego

“Bekerjalah dengan kesadaran bahwa apa yang kita kerjakan merupakan daya yang menghidupkan, bukan saja bagi diri sendiri, tapi lebih luas lagi, bagi masyarakat,” pungkas Pangkerego.

Berikut Nama-nama pejabat Eselon III dan IV yang dilantik sesuai SK No 821.34/BKD.SK/06/2016 Tanggal 26 April 2016 :

1.Marthen H. Kandou, ST, MSi
Jabatan Lama : Fungsional Umum Bag. Orpeg Setda
Jabatan Baru :Kabid Pengembangan Sarana Komunikasi Diskominfo Kota Manado

2.Dr. Jimmy Lalita, M.Kes
Jabatan Lama : Kabid SDM dan Promosi Kesehatan Dinkes
Jabatan Baru : Kabid Upaya Pelayanan & Jaminan Kesehatan Dinkes Kota Manado

3.Dr. Audrey Ritha Pangkerego
Jabatan Lama : Kepala Puskesmas Wenang
Jabatan Baru : Kabid SDM dan Promosi Kesehatan Dinkes

4.Dr. Maya Karlina Kodja
Jabatan Lama : Dokter Puskesmas Bailang
Jabatan Baru : Kepala Puskesmas Wenang

5.Hendri MJ Kontu, SIP
Jabatan Lama : Kasubid Informasi Prog. Keluarga BPPKB Kota Manado
Jabatan Baru : Kasie Tanaman Pangan Bid. Produksi Dinas Pertanian Kota Manado

6.Stanly Siwy
Jabatan Lama : Kasie Pemerintahan Kelurahan Pinaesaan
Jabatan Baru : Kasubid Informasi Prog. Keluarga BPPKB

7.Erik Majore, SIK
Jabatan Lama : Fungsional Umum Dinas Perikanan Kelautan
Jabatan Baru : Kasubag Adm. SDA Bid. LH, Tambang & Energi Bag. SDA Setda

8.Frida Panontongan
Jabatan Lama : Kasubag Kepegawaian Kec. Bunaken
Jabatan Baru : Lurah Bunaken

9.Inggried Runtunuwu, SH, MH
Jabatan Lama : Kasubag Humas dan Dokumentasi DPRD
Jabatan Baru : Kasubbag Persidangan DPRD Kota Manado

10. Lucky Sualang, SE, MSI
Jabatan Lama : Fungsional Umum
Jabatan Baru : Kasubag Humas dan Dokumentasi DPRD

11. Steven Towondila, SIP
Jabatan Lama : Kasubag Kelembangaan pada Bag. Orpeg Setda
Jabatan Baru : Kasubag Ketatalaksanaan pada Bag. Orpeg

12. Gerald Bidara, SH
Jabatan Lama : Fungsional Umum
Jabatan Baru : Kasubag Kelembangaan pada Bag. Orpeg Setda

13. Wildy Ph. Mawitjere, SH
Jabatan Lama : Fungsional Umum Dispenda
Jabatan Baru : Kasie Retribusi dan Pendapatan Dispenda

14. Netty Prang
Jabatan Lama : Kasubag Umum dan Perlengkapan BPPKB
Jabatan Baru : Kasubid Kesehatan Reproduksi BPPKB

15. Sehad Sidabariba, SH
Jabatan Lama : Kasie Pemerintahan Kel. Buha
Jabatan Baru : Kasubag Umum dan Perlengkapan BPPKB

16. Drs. Gany Tamon
Jabatan Lama : Fungsional Umum
Jabatan Baru : Kasie Evaluasi Pelaporan Disperindag

17. Christian Lampoliwa, SE
Jabatan Lama : Fungsional Umum Badan Keuangan
Jabatan Baru : Kasie Teknologi dan Informasi Dinas Pertanian

18. Mariane Mamusung, SE
Jabatan Lama : Kasubag Program Kec. Mapanget
Jabatan Baru : Kasie Pemerintahan Kel. Buha

19. Joudy Botto
Jabatan Lama : Fungsional Umum
Jabatan Baru : Kasubag Program Kec. Mapanget


(***)


CahayaManado.com,(TOMOHON)— Kepala Kejaksaan tinggi (Kajati)  Sulut  Tengku Muhammad Syahrizal SH MH saat menggelar konferensi pers usai launching Program Jaksa Masuk Sekolah 2016, Selasa (26/4/16) di ABI Tomohon mengatakan kegiatan ini sudah dibicarakan dengan Kajari Tomohon bahwa akan diselenggarakan Jaksa Masuk Sekolah  sekaligus pemilihan Duta Adhyaksa dengan mengadakan lomba pidato dan YEL-YEL Kejaksaan.


Kami memilih Kota Tomohon karena kami anggap Kota Tomohon adalah barometer pelaksanaan iven skala nasional di Sulut. terakhir kita laksanakan disiplin berlalulintas dengan diluncurkan Kawasan tertib lalulintas (KTL) dan  disiplin lalulintas ini korelasinya dengan Jaksa Masuk Sekolah ada dan itu alasannya kenapa JMS dibuat di Tomohon .
“Kenapa Kota Tomohon menjadi barometer pelaksanaan Program Jaksa Masuk Sekolah di Sulut? Karena selama saya menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulut sekitar 1 tahun 3 bulan saya melihat, mendengar dan merasakan sendiri bagaimana semangat anak-anak yang ada di Kota Tomohon, itulah alasan saya sehingga Kota Tomohon saya minta menjadi pusat pelaksanaan  Program JMS se-Sulut,” kata Syahrizal saat konferensi pers . 
Disebutkan dalam  Pasal 30 UU 16 Tahun 2000 UU kejaksaan kata Kajati  tugas dan wewenang Kejaksaan itu ada tiga yaitu bidang Pidana,Perdata dan ketertiban umum, dalam ketertiban umum kita melakukan suatu kegiatan penyuluhan dan penerangan hokum kemudian pemerintah dengan adanya Inpres 1 2016 dan Perpres 3 2016 itu kegiatan percepatan pembangunan, Presiden menginstrusikan agar ada perubahan  dalam sikap revolusi mental dan Kejaksaan Agung mengeluarkan keputusan untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden.
“Jadi kenapa ada Duta Adhyaksa, harapan saya mereka bersama-sama ikut serta dalam kegiatan Kejaksaan agar masyarakat lebih mengenal apa itu Kejaksaan, karena kalau dari kami terbatas tapi kalau anak-anak komunikasi dengan masyarakat bisa langsung karena sudah dibekali ilmu dari Kejaksaan dan doktrin Kejaksaan yaitu Satya Adiwicaksana sudah ditanamkan pada mereka, dan  ini akan menjadi contoh bagi kita semua,” tandasnya.
Ditempat yang sama Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak mengatakan yang dibutuhkan Kota Tomohon menurut Kajati adalah revolusi mental sehingga pemerintah dan masyarakat siap untuk  menjadi masyarakat yang sadar hukum karena revolusi mental itu sangat penting.
“Kami akan membuat kemitraan-kemitraan, mendukung kegiatan seperti kegiatan saat ini.Dan tentunya  Pemerintah Kota Tomohon akan  terus bersinergi dengan aparat hukum dan  mendukung Negara kita sebagai Negara hukum,” Tutup Eman. (micky)



CahayaManado.com,(TOMOHON)—Pemerintah dan Masyarakat Kota Tomohon patut berbangga karena kembali dipercayakan untuk menggelar acara spektakuler dan perdana di Indonesia yaitu Launching Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang di laksanakan di Aula Bukit Inspirasi Tomohon. Selasa, 26/4
Kegiatan ini melibatkan elemen terkait dalam pemerintahan, pendidikan, kejaksaan se-Provinsi Sulawesi Utara bersama para kepala Dinas Pendidikan dan perwakilan siswa se-Sulut, para kepala sekolah, guru serta siswa yang ada di Kota Tomohon,dengan agenda kegiatan yakni grand Final Duta Adhyaksa, Lomba Pidato dan Yel-Yel Adhyaksa.
Kepala Kejari Tomohon Mohhammad Noor HK SH MH dalam laporan pelaksanaannya mengatakan bahwa launching program JMS se-Sulut yang dipusatkan di Kota Tomohon merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah bersama masyarakat khususnya Kejari Tomohon, yang telah mendapat kepercayaan dari Kepala Kajati Sulawesi Utara sebagai penyelenggara JMS.


Diketahui, pembukaan dalam rangkaian Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 21-23 April 2016 lalu yang bertempat di Aula SMA Kristen 1 Tomohon dan diikuti 28 sekolah SMA/SMK dan menghasilkan tiga besar untuk putra yakni SMA Kristen I, SMA Negeri I dan SMK Karitas. Dan untuk putri dari SMA Kristen 2, SMA KristenI dan SMA Karitas yang masuk Grand Final untuk Duta Adhyaksa.
Dalam seleksi lomba pidato Adhyaksa diikuti 33 sekolah dan menghasilkan 3 besar yakni SMA Kristen I, SMP Kristen Woloan & SMP Katolik Stella Maris yang masuk grand final. Selanjutnya untuk  lomba Yel-Yel diikuti 34 peserta dengan  finalis yakni SMA Kristen 2, SMPN 1, dan SMA Katolik Karitas.
Walikota Tomohon dalam sambutannya mengatakan sangat berbahagia karena program Jaksa Masuk Sekolah dilaksanakan di Kota Tomohon, tentu akan memberikan banyak manfaat bagi kita sekalian terutama adik-adik siswa SMP, SMA/SMK yang ada di Kota Bunga ini karena program ini akan memberikan pengetahuan dan wawasan tentang hukum di Indonesia yang nantinya akan disosialisasikan oleh Kejari Tomohon bekerjasama dengan Dinas Dikda.
“ Tujuan kegiatan ini agar  para siswa dapat memahami hukum yang berlaku, taat pada hukum dan menjauhi hukuman. Dengan hadirnya JMS tentu memberikan pengenalan dan pembinaan hukum kepada anak usia sekolah agar supaya anak-anak generasi penerus bangsa dapat menjadikan jaksa sebagai sahabat,” kata Eman.
Walikota Eman juga memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Kajati  Tengku Muhammad Syahrizal SH MH bersama Kejari Tomohon dan jajarannya yang telah mempercayakan Kota Tomohon sebagai tuan rumah pelaksanaan launching JMS, yang merupakan kegiatan kemitraan antara pemerintah Kota Tomohon dengan Jajaran Kejaksaan bersama Dinas Pendidikan Daerah. (micky)



CahayaManado.com,(TOMOHON)—Sejumlah rangkaian kegiatan Program JMS yang diselenggarakan di ABI pada Selasa, 26/4.  Inilah hasil lomba-lomba diantaranya adalah: Duta Adhyaksa Putri juara : 1 Filya Koyongian utusan SMK Katolik Karitas. Juara :  2 Injilia Kuhon utusan SMA Kristen 2 Tomohon dan Juara : 3 Christy Pangemanan dari SMA Kristen 1 Tomohon.


Untuk  Duta Adyaksa Putra Juara : 1 Brayen Legi dari SMAN 1 Tomohon, Juara : 2 Djorghy Pandey dari SMA Katolik Karitas dan Juara : 3 Rafael Kauntu dari SMA Kristen 1 Tomohon.
Selanjutnya untuk lomba pidato Juara : 1 Audrey Wullurdari SMA Kristen 1 Tomohon, Juara 2 Chintami Maseladari SMP Katolik Stella Maris Tomohon dan Juara :  3 Junia Pontoh dari SMP Kristen Woloan. Begitu juga dengan lomba Yel-Yel, Juara : 1 SMP N 1 Tomohon, Juara 2 : SMA Kristen 2 Tomohon dan Juara : 3 SMA Katolik Karitas Tomohon. (micky)


CahayaManado.com,(TOMOHON)—Komando Distrik Militer (Kodim) 1302 Minahasa melalui Komando Rayon Militer  (Koramil) 1302-06 Tomohon, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, melaksanakan pelatihan kepada Tim Relawan Gugus Tugas Tangguh Bencana (GUGASGUNA), yang diikuti 100 peserta, diwakili dari 5 Kelurahan di kecamatan Tomohon utara yakni Kelurahan Kinilow, Kinilow I, Kakaskasen I, Kakaskasen II dan Kayawu. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari dimulai tanggal 26 sampai dengan 30 April 2016, yang dilaksanakan di Lapangan Babe Palar, Kelurahan Walian, Kota Tomohon. Selasa, 26/4.

Kepala BPBD kota Tomohon Drs. Robby Kalangi SH. MM, kepada sejumlah wartawan  mengatakan, Kegiatan pelatihan ini bertujuan, mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana serta meningkatkan kemampuan dalam memahami potensi bencana melalui program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam.

"Hal ini sangat di prioritaskan mengingat beberapa wilayah di Kota Tomohon, Khususnya di wilayah Tomohon Utara yang rawan bencana yakni Erupsi gunung Lokon dan  Tanah longsor." Ujar Kalangi.

Lanjut Kalangi, " kita melibatkan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam hal ini Koramil 1302-06/Tomohon. Karena institusi yang dikenal dengan memiliki fisik mental dan disiplin, juga melekat dalam prilaku Personal." Ungkap Kalangi.

Dandim 1302/Minahasa Letkol CZI Muhamad Andy Kusuma. S.Sos, MM melalui Danramil 1302-06 kota Tomohon Kapten INF Feky Welang mengatakan, " segala pekerjaan yang dilaksanakan tanpa dibaringi dengan Fisik, mental, dan disiplin yang baik mustahil pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik." Kata Welang.

Sementara Yuno Rumondor, salah satu peserta asal kelurahan Kinilow, mengapresiasi pihak TNI dan BPBD Kota Tomohon karena telah memberikan pelatihan GUGASGUNA.

"Kami berterima kasih, kerena telah mendapat pelatihan yang sangat baik untuk kedisiplinan. Juga membuat kami melaksanakan segala kegiatan menjadi teratur dan bersemangat." ucap Rumondor.

Ditambahkannya, "Selama ini setiap melaksanakan kegiatan terkesan bergerak masing-masing tidak peduli dengan orang lain tetapi setelah pihak TNI mulai melatih kedisiplinan ternyata kegiatan dapat berjalan tertib tidak lagi bergerak masing masing karena semua dikerjakan bersama sama dan teratur." Tutup Rumondor. (micky).



CAHAYAMANADO.COM, SULUT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian penyerahan  Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun Anggaran 2015, Senin  (25/4/2016) kemarin

Rapat Paripurna Istimewa, dipimpin langsung oleh, Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw, didampingi Wakil Ketua, Stevanus Vreeke Runtu, Marthen Manoppo dan Wenny Lumentut.



Dalam penyampaiannya, Ketua Pansus LKPJ DPRD Provinsi Sulut, Ferdinand Mewengkang mengatakan dalam catatan-catatan strategis, diantaranya tentang penyelenggaraan tugas umum pemerintahan,  DPRD mengharapkan, pemerintah Provinsi Sulut untuk terus meningkatkan kerjasama antar Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet), mempercepat Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) tanjung Merah Bitung, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan perekonomian di Sulut. DPRD juga menghimbau agar memperhatikan warga yang ada di kawasan perbatasan, lewat program-program yang ada di badan pengelola kawasan perbatasan.

“DPRD juga mengharapkan kepada pemerintah Provinsi Sulut, untuk melakukan negosiasi bilateral terkait dengan akan dipulangkan atau di deportasi WNI yang mayoritasnya adalah warga Sulut,” ujarnya.



Mewengkang juga menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2015 pemerintah provinsi kantongi 33 temuan BPK-RI dan belum ditindak lanjuti 2 temuan, selain itu terdapat 194 temuan oleh Irjen Kemendagri dan telah diselesaikan194 temuan disarankan 128 temuan yang terselesaikan 249 temuan dimana 8 temuan dalam proses dan 1 temuan belum diselesaikan.

Dalam rapat paripurna istemwa tersebut juga Pansus LKPJ mengharapkan Pemprov pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang terbagi atas Kebijakan umum pemerintahan daerah dan Kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah terdiri dari pengelolaan pendapatan dan belanja daerah yang terbagi atas Penyelenggaraan urusan desentralisasi yang terbagi dalam 18 urusan wajib dan 7 urusan pilihan yang dilaksanakan.



Sementara itu,Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutannya mengatakan, dirinya percaya rekomendasi yang disampaikan sudah melalui kajian pemikiran yang matang dan komperhensif didalamnya tercipta suatu kepedulian, perhatian dan tanggungjawab untuk memacu lagi roda pemerintahan.

Dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD mendengarkan penjelasan terhadap Ranperda Prakarsa DPRD Tentang BUMD sekaligus pendapat Gubernur terhadap Ranperda BUMD dan Tanggapan dan jawaban Fraksi terhadap ntanggapan Gubernur. Anggota Komisi II DPRD Sulut, Rocky Wowor membacakan penjelasan pimpinan komisi II DPRD Sulut terhadap Ranperda Prakarsa DPRD Tentang BUMD.



Keenam Fraksi DPRD Sulut menyetujui untuk di bahas lebih lanjut,yaitu pembahasan dengan mitra kerja. Kemudian rapat ini ditutup dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD pembahas Ranperda Prakarsa DPRD tentang BUMD.


(advertorial)