COVER HEADLINE


EE Mangindaan



CahayaManado.com, Manado - Memasuki tahapan pendaftaran calon kepala daerah di KPU khususnya di Kota Manado, sempat dikabarkan terjadi intrik dalam tubuh Partai Demokrat.

Hal ini juga diakui EE Mangindaan sebagai satu diantara petinggi DPP Demokrat akan masalah dukung mendukung, penetapan pelaksana tugas (Plt) serta ancaman pergantian antar waktu (PAW)

Khusus untuk indikasi ancaman PAW, EE Mangindaan menegaskan negara Indonesia merupakan negara hukum, jika hanya mengancam, dasar darimana, peraturan mana dan sebagainya.

"Orang diganti bila mengundurkan diri, 'maaf' bila meninggal dunia, sakit yang tidak sembuh. Ini dasarnya yang mana? Tiba-tiba di PAW kan?," ucap EE Mangindaan.

Kalau pun menurutnya PAW dilakukan hanya alasan mendukung calon lain, EE Mangindaan mempertanyakan dari mana orang bisa tahu ada dukungan ke calon lain.

"Misalnya, sekarang kalau saya dukung anak saya, apa saya dipecat? Saya kira tak sampai se dahsyat itu. Demokrat itu bersatu, soal pilihan itu hati nurani." ujar EE Mangindaan.

"Saya kira ini sudah tenang, jangan bikin polemik. Ingat! Sukseskan pemilihan Kota Manado, Kabupaten/Kota, Gubernur. Inga...Torang samua basudara," tandasnya. (TimCMC)


Baca Juga:

Ini Pertanyaan SBY Kepada EEMangindaan di Detik-detik Penandatanganan SKTerkait SK, Begini Win-win Solution MenurutEE Mangindaan




EE Mangindaan

CahayaManado.com, Manado - Win-win solution diungkap oleh EE Mangindaan sebagai satu diantara petinggi di DPP Partai Demokrat, terkait akan calon walikota dan wawali kota Manado dari partai berlambang mercy itu.

Berkaitan juga dengan pertanyaan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'Bagaimana dengan Putra Mangindaan?'

"Terimakasih, kebetulan Gerindra dan Hanura yang juga mempercayakan pada Harley," kata EE Mangindaan.

Dengan demikian, diakui EE Mangindaan, terjadi win-win solution, Vicky Lumentut di Partai Demokrat, sementara Harley Mangindaan anaknya di Partai Gerindra dan Hanura, sehingga keduanya maju.

"Itu kan kendaraan politik. Nanti prosedur tak usah dipolemikkan, kami tak akan mempermasalahkan pak Vicky, tidak akan. Karna kami ikut mendukung pada waktu keputusan itu. Sebaliknya juga dengan Harley maju. Sudahlah..Torang samua basudara kwa," jelas EE Mangindaan.

Diimbaunya juga untuk rakyat kota Manado, gunakan hak pilih dengan memilih pilihan yang tepat sesuai dengan hati nurani masing-masing, mau pilih kemana itu terserah, tetapi masyarakat tertib.

"Jangan berpolemik, rakyat tenang saja, ya..." tandas EE Mangindaan. (TimCMC)


Baca Juga:

Ini Pertanyaan SBY Kepada EEMangindaan di Detik-detik Penandatanganan SK




CahayaManado.com, Manado - Klimaks pemilik Surat Keputusan (SK) DPP Partai Demokrat untuk calon walikota dan wawali kota Manado sudah terjawab pada tanggal 28 Juli 2015 pukul 01.00 dinihari.

EE Mangindaan sebagai Ketua Dewan Pembina juga Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, ketika dimintakan tanggapan hingar bingar Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember 2015, khususnya penetapan calon dari Partai Demokrat, mengakui ada keputusan yang diambil memang sangat sulit, sehingga prosesnya pun cukup panjang.

"Keputusan ini sebenarnya keputusan yang kita ambil, saya ambil, sebagai putusan win-win solution, karena waktu mendesak hari pendftaran jangan sampai Demokrat tak ada calon," kata Mangindaan, Kamis (30/7/2015)

Oleh karenanya, lanjut Mangindaan, pada malam penetapan SK itu juga, diusulkannya, Demokrat ada calon Vicky Lumentut dengan pertimbangan merupakan Ketua DPD Demokrat Sulut.

"Saya tidak ada rasa tidak enak, benci, tidak ada. Kami lihat dengan rasa hormat. Sebagai ketua DPD silakan mencalonkan diri dari Partai Demokrat," kata Mangindaan.

Pertimbangan itu juga, diakui Mangindaan membuat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan satu pertanyaan kepadanya.

"Bagaimana dengan Putra Mangindaan," kata Mangindaan menirukan pertanyaan SBY pada dirinya. (TimCahayaManado/bersambung...)


Baca Juga:

Begini Win-win Solution Menurut EE Mangindaan











CahayaManado.com, Manado - Wakil Walikota Manado, Dr. Harley Mangindaan bersama Ibu Seyla Kudati, menghadiri Ibadah Pemakaman Alm. Bapak Jan Sirap yang tutup usia pada 84 tahun bertempat di Kelurahan Tikala Baru Lingkungan V Manado, Kamis (30/7/2015).

"Karya Tuhan bekerja ditengah-tengah keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan yang sejati dari Tuhan Yesus Kristus" ujar Wawali Ai Mangindaan.

Tampak hadir dalam Ibadah tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Letjen. TNI (Purn). EE Mangindaan bersama Ibu Adelina Tumbuan, Anggota DPRD Kota Manado Anita De Blouwe dan Lurah Tikbar Sandry Mozes, SE. (IM9)





CahayaManado.com, Manado - Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado kembali menjalani test kesehatan di RSUD Prof Kandou Malalayang, Kamis (30/7/2015).  

Sebelumnya, calon kepala daerah Manado Harley Mangindaan-Jemmy Asiku (Ai-JA) pun memastikan diri sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba, kali ini pasangan merakyat ini menjalani pemeriksaan lebih kurang 2 jam mengikuti tes psikologi.

Diakui Ai-JA usai psikologi, ada ratusan pertanyaan yang dilontrkan para dokter.

"567 pertanyaan itu saya jawab semua. Pertanyanya seputar tes kepribadian seperti prestasi kerja termasuk daya tahan, keuletan, sikap terhadap tekanan, daya penyesuaian, ketekunan, konsistensi dan lainnya. Seperti itulah pertanyaan yang sudah saya jawab termasuk mitra saya pak Jemmy Asiku tentunya," jelas Ai Mangindaan.

Disentil pertanyaan apa yang dinilai paling menarik? "apakah anda takut di gelap sedang sampai gelap sekali," ujar Ai dengan senyum khasnya.

JA pun dimintai tanggapanya mengakui tes psikologi baru kali ini dilakukan dan banyak hal yang unik ternyata.

"Tapi yang pasti semua bisa dijawab dengan baik dan tidak ada masalah. Mohon doanya kepada warga manado agar semua tahappan bisa dijalankan dengan baik," kunci Asiku.

Pemeriksaan lain pun untuk para calon Pilkada Manado akan dilanjukan pada pukul 12.00 Wita siang ini.

“Pemeriksaan ini pasti sifatnya rahasia dan pribadi. Tapi hasilnya akan di serahkan ke KPU seperti yang dilakukan pada pilkadau sebelumnya ," kata salah satu dokter yang enggan menyebutkan namanya.


(***)



CahayaManado.com - Pasangan calon walikota dan wawali kota Tomohon, Jimmy Feidi Eman dan Syerly Adelyn Sompotan sudah memasuki tahap akhir dalam pemeriksaan tes kesehatan dan kejiwaan di RSUP Prof Kandou Manado, Kamis (30/7/2015)

Syerly Adelyn Sompotan saat diminta tanggapannya akan kesiapan tes tersebut, mengakui ia bersama pasangannya telah melalui sejumlah tes dengan baik.

"Sehat-sehat dan enerjik, nda ada masalah untuk kesehatan, persiapan full dan matang," kata Syerly Adelyn Sompotan di sela tes kesehatan.


Ditambahkannya, agar didoakan saja supaya pemeriksaan tersebut bisa dilalui dengan baik dan berhasil, kemudian akan menatap ke tahapan selanjutnya untuk penetapan calon hingga pada pilkada nanti. (cahayamanado.com)