COVER HEADLINE



CahayaManado.com, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Dr Jemmy Kumendong MSi, menegaskan akan masalah penyelesaian batas wilayah antara Kabupaten Mitra dan Boltim telah tuntas di tingkat provinsi.

Kumendong menyatakan, proses penyelesaian sudah melalui beberapa tahapan sebagaimana diamanatkan Permendagri Nomor 76 tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah.

Berdasarkan tahapan yang sudah dilaksanakan tersebut, maka ditegaskannya sekali lagi, penanganan masalah batas antara Kabupaten Mitra dan Boltim di tingkatan Pemerintah Provinsi sudah selesai, karena di Biro Pemerintahan dan Humas terdapat data otentik yaitu berita acara Hasil Rapat Penegasan Batas Daerah Antara Kabupaten Mitra dan Boltim.

"Berita acara di tandatangani secara langsung oleh Bupati Mitra saat itu Telly Tjanggulung dengan Bupati Boltim Sehan Landjar  diketahui oleh Gubernur Sarundajang, tertanggal 3 April 2013," jelas Kumendong.

Ditambahkannya, penandatanganan berita acara tersebut juga disaksikan oleh masing-masing Ketua DPRD sebagai representasi rakyat di daerahnya dan dalam berita acara telah disepakati bersama batas wilayah antara Kabupaten Mitra dan Boltim, dimana kesepakatan ini telah ditindaklanjuti dengan Pemasangan Pilar, Penentuan Koordinat dan Pembuatan Peta Batas.

"Dokumen peta batas itu sendiri telah ditandatangani oleh Bupati Mitra Telly Tjanggulung dan Bupati Boltim Sehan Landjar dengan disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Utara," kata Kumendong.

Dijelaskan Kumendong, berdasarkan hal tersebut maka, dimintakan semua pihak menghormati kesepakatan batas yang telah ditetapkan, karena telah diajukan ke Menteri Dalam Negeri RI dan tinggal menunggu penetapan Permendagri tentang penetapan batas antara Kabupaten Mitra dan Boltim, dimana dalam jangka waktu dekat ini akan segera diterbitkan.

Karena itu Kumendong mengimbau hindari pernyataan-pernyataan yang dapat membingungkan warga apalagi untuk kepentingan politis, sedangkan disatu sisi sesuai berita acara kesepakatan bersama bahwa kedua belah pihak wajib menaati hasil kesepakatan dan bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing. (***)



CahayaManado.com, MANADO - Gubernur Sulut, Dr Sinyo H Sarundajang mengakui baru kurang lebih 40 persen yang bisa dicapai pihak Pemprov Sulut mengatasi hasil temuan BPK RI Perwakilan Sulut.

Berarti, masih sisa 60 persen, antara lain 90 persen masalah-masalah paling banyak adalah administrasi, yaitu salah hitung dan sebagainya.

"Saya lihat bukan merupakan kerugian negara ya..tapi itu tergantung daripada para Kepala SKPD, kecepatannya mendukung itu," ungkap Gubernur SHS

Nah, lanjut SHS, itu bisa di pacu, diharapkan dari kurang lebih 40 persen bisa sampai 75 - 80 persen, kalau pun bisa 100 persen. Tapi kalau tidak, sekurang-kurangnya 75 persen diatas nasional.

"Jadi tindak lanjut dari temuan-temuan. Karena itu saya perlu komitmen pribadi dari masing-masing jadi saya panggil langsung, seluruh SKPD saya panggil," tegas SHS

Diketahui, penyampaian Gubernur SHS itu, usai memimpin rapat tertutup dengan jajaran SKPD Pemprov Sulut di Ruang Sidang Rapat Kantor Inspektorat Sulut belum lama ini. (***)
CahayaManado.com, RATAHAN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Minahasa Tenggara, mengakibatkan sebagian ruas jalan Gunung Potong ambles pada satu titik. Hal ini juga mengancam kondisi jalan akan rawan longsor.

Diketahui, jalan Gunung Potong yang masuk wilayah Desa Pangu itu, sementara dalam tahap pelebaran jalan dengan cutting gunung. Sisa tanah juga menyebabkan jalan jadi licin akibat terkena air hujan.

Warga Minahasa Tenggara mengakui, kondisi jalan Gunung harus mendapat perhatian ekstra dari pemerintah maupun pihak proyek pengerja, karena jika dibiarkan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. (***)


Tinoor - Syerly Adelyn Sompotan, sosok wanita berparas cantik yang juga dikenal sebagai bakal calon wali kota Tomohon berkunjung pada keluarga besarnya Sompotan dan Longdong di Kelurahaan Tinoor Dua, Tomohon Utara, Kota Tomohon, Minggu (24/5/2015)

Kunjungan SAS sapaan akrab Syerly Sompotan itu, disambut hangat dan penuh kekeluargaan dari keluarga besarnya, juga masyarakat yang ada disana.

SAS mengaku merasa bangga, karena dirinya di Kelurahan Tinoor Dua sangat disambut baik akan kedatangannya. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri buat saya," kata SAS. (***)


CahayaManado.com, MANADO - Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kabupaten Minahasa Utara, menjadi lokasi acara puncak perayaan hari Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan HKG PKK ke-43.

Djouhari Kansil Wagub Sulut, mengimbau masyarakat untuk jaga keamanan stabilitas, sehingga daerah Sulut menerima tamu yang banyak terasa aman.

"Jaga kebersihan, keramah tamahan yang sudah dikenal itu. Jadi tuan rumah yang baik," kata Wagub Kansil usai memimpin rapat bersama kesiapan Pemprov Sulut di kegiatan nasional itu.

Diajaknya juga, seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu, ada pameran yang diikuti semua provinsi dan dunia usaha industri.

"Masyarakat boleh kesana dan juga ada pagelaran-pagelaran seni budaya, mari kita menyaksikan. Ini gratis," tegas Wagub Kansil. (***)

CahayaManado.com, MINUT - Vonny Aneke Panambunan (VAP) menyatakan keseriusannya untuk maju calon bupati di Pilkada Kabupaten Minahasa Utara.

VAP mengakui ia tidak mengejar kursi kekuasaan, namun karena adanya dukungan masyarakat yang juga menginginkan kemajuan di daerah Minut.

"Kepemimpinan saya di Minut masih diharapkan masyarakat. Saya minta doa dari seluruh masyarakat Minahasa Utara," ungkap VAP pada wartawan belum lama ini.

Dengan majunya VAP di Pilkada Minut 2015 ini, bakal menjadikan saingan terberat dari Sompie Singal sebagai Bupati Minahasa Utara saat ini.

Sompie Singal diketahui sebagai pasangan wakil bupati dari VAP ketika memimpin Minut. VAP yang sempat tersandung kasus hukum pun harus rela melepaskan jabatannya yang jatuh ke Sompie Singal. (***)


CahayaManado.com, MANADO  - Fransisca M Tuwaidan memenuhi undungan DPD PDIP Sulut untuk mengambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten Minahasa Utara, di Sekretariat DPD PDIP Sulut, Kamis (21/5/2015)

Saat diterima Tim Penjaringan DPD PDIP Sulut, Etha sapaan akrab Tuwaidan mengaku optimis akan direkrutnya PDIP Sulut walau konsekuensinya Etha harus keluar sebagai Kader Partai Demokrat

"Kalau saya sudah direkrut berarti saya siap keluar dari Demokrat jadi kader PDIP," kata Etha.

Etha mengaku siap berjuang mati-matian untuk bisa direkrut bahkan sampai pada pertarungan di Pilkada Minut 2015 ini, karena Etha juga sebelumnya merupakan orang PDIP.

"Abu kalo abu. Kita pengalaman bertarung Pilkada," tegas Etha. (***)